Kata-Kata Bijak Najwa Shihab Yang Menginspirasi

oleh -
Kata -kata najwa shihab

Siapa yang tidak kenal dengan najwa shihab seorang wartawan dan presenter terkenal dia populer sekali saat menjadi presenter di acara talk show yang berjudul mata najwa, acaranya yang menginspiratif serta kata-kata bijak najwa shihab yang bisa menyihir banyak orang untuk berfikiran lebih luas dan terbuka menjadi daya tarik tersendiri.

Najwa shihab dalam acara talk shownya pun juga sering menggundang orang-orang p[enting seperti mantan presiden bj habibi,Sby, samapai presiden saat ini ir joko widodo pernah berada dalam acara mata najwa. namun taukah kalian ada banyak sekali kata-kata bijak najwa shihab yang dapat menginspirasi bahkan memotivasi kita untuk berfikir lebih cerah dan terbuka. berikut ini adalah Kumpulan Kata-Kata Bijak Najwa Shihab Yang Menginspirasi.

Kata-Kata Bijak Najwa Shihab Yang Menginspirasi

  1. Keadilan jadi barang sukar, ketika hukum hanya tegak pada yang bayar.
  2. Ambisi politik tentu wajar saja, selama pandai menginsyafi batasan etika.
  3. Nyawa manusia bukan tragedi tontotan dan statistik belaka, ya, lebih baik tidak berangkat terbang daripada tidak pernah tiba.
  4. Di tengah pusaran kegelapan, kejahatan kerap dimaklumi sebagai kewajaran.
  5. Apa karena hidup orang kecil patut menderita, dan orang miskin pantas terhina? Sebagai tumbal mereka tersisa jadi catatan kaki.
  6. Tanah air adalah petak-petak yang harus diolah, tanah air adalah lautan yang harus dibelah.
  7. Tiap orang bisa punya mimpi, tapi tak semua bisa bangkitkan semangat tinggi.
  8. Dalam pengabdian memberi rasa aman, polisi menabung risiko kematian.
  9. Bagaimana anak muda bisa diam ketika aparat justru miskin teladan.
  10. Di pundak pemimpin yang bebas korupsi, di situlah masa depan negeri.
  11. Timur adalah kita yang terjaga lebih dulu, timur adalah Indonesia yang tak sabar menunggu.
  12. Berbuat untuk sebuah harapan, yang tidak lagi dikeluhkan tetapi diperjuangkan.
  13. Pemuda hari ini harus turun tangan, berkarya nyata menjawab semesta Indonesia.
  14. Banyak anak muda yang tumbang karena korupsi, mereka lupakan visi dan hanyut pada nikmat duniawi.
  15. Kebenaran & kepastian mengapung, di antara uang & kuasa yang mengepung.
  16. Yang harus dibabat adalah egoisme dan kebencian, yang mesti dirajut ialah solidaritas dan kepedulian.
  17. Jangan bosan bicara tentang kebenaran, agar demokrasi tak berakhir dengan kesia-siaan.
  18. Usia muda adalah modal agar tangan terus terkepal, untuk arungi medan politik yang terjal.
  19. Apa arti ijazah yang bertumpuk, jika kepedulian dan kepekaan tidak ikut dipupuk?
  20. Disiplin ilmu hanyalah modal pertama, ijazah cuma selembar kertas di atas meja.
  21. Di tanah kita agama dan tradisi saling memberi arti, membuka peluang untuk saling menghargai.
  22. Bagaimana akan bersikap anti-korupsi, jika sejak muda hanya sibuk dengan urusan sendiri?
  23. Buat apa wilayah seluas Sabang sampai Merauke, jika pemudanya kehilangan idealisme.
  24. Zona nyaman selalu menghadirkan ketenangan, tak semua siap menghadapi guncangan.
  25. Dalam dunia penuh pura-pura, anak muda sibuk memisahkan dusta dari kata.
  26. Hebat memutuskan sosok berkualitas, berani mengabaikan yang tak pantas.
  27. Saat ketidakadilan merajalela, keberanian menjadi berkah bagi semesta.
  28. Inilah pengajaran yang memanusiakan manusia, bukan pendidikan yang mengkerdilkan siswa.
  29. Membangun karya dalam sunyi, dengan ikhlas karena cinta pada negeri.
  30. Kebanggaan profesi bukan karena materi, tapi seberapa banyak bisa mengabdi.
  31. Pemimpin tak lahir karena ijazah, tapi oleh kerja keras dan kepedulian yang terus diasah.
  32. Tidak gampang takluk oleh kegagalan, terus mencipta momen kebangkitan.
  33. Ketamakan & kebodohan sungguh telah menghukumi, mereka yang mabuk kekuasaan & lupa diri.
  34. Saatnya berbuat dan berkarya, susun rencana sekarang juga, mulailah secepatnya.
  35. Karena itu jadilah seorang pembaharu, biar orang lain yang ikut meniru.
    Daripada terus mengikuti tren tanpa henti, sebab hidup bisa habis tanpa diisi.
  36. Yang menjadi pena adalah kebaikan, yang menjadi tinta adalah kemanusiaan.
  37. Apa gunanya sekolah tinggi-tinggi, jika hanya perkaya diri sendiri dan famili?
  38. Bukankah melelahkan jika selalu ikut tren, apalagi hanya agar dianggap keren.
  39. Tugas guru bukan menjejalkan pelajaran, guru harus menghidupkan pengetahuan.
  40. Bijak mengelola perbedaan, dalam kerukunan dan bukan permusuhan.
  41. Inspirasi menjadi kunci, agar semua mau berpartisipasi. Bahu-membahu perbaiki negeri, bersama-sama mengabdi tanpa henti.
  42. Karena kita harus berlari cepat, sebelum semuanya jadi terlambat.
  43. Kenyamanan jauh lebih menggoda, kemapaman dianggap lebih utama.
  44. Membuat publik melek informasi, agar tak mudah termakan fitnah dan caci maki.
  45. Waktunya untuk memberi teladan, kekuasaan hanya mulia digunakan untuk pengabdian.
  46. Setiap kita bisa mengambil pelajaran, pembangunan membutuhkan kedamaian dan keadilan.
  47. Kita mungkin bosan dengan muka yang itu-itu saja, tapi yang muda juga harus kasih bukti yang jelas dan nyata.
  48. Pada kaum muda kita menitip masa depan, jangan biarkan jiwa mereka hangus oleh ego dan dendam.
  49. Usia terlalu ringkas untuk dilewatkan tanpa melakukan perubahan.
  50. Kekurangan jangan terlalu dikhawatirkan, selama kepemimpinan berjalan penuh keterbukaan.
  51. Hanya pendidikan yang bisa menyelamatkan masa depan, tanpa pendidikan Indonesia tak mungkin bertahan.
  52. Tak akan ada pemberdayaan lebih kekal berkelanjutan, tanpa melibatkan perempuan.
  53. Memerangi HIV/AIDS tak cukup seruan moral, perbaikan kesejahteraan & pendidikan adalah jalan keluar.
  54. Peraturan seringkali bisa disiasati namun asas kepatutan dan etika janganlah dikhianati.
  55. Sebab kemerdekaan yang tak diperjuangkan, tidak akan pernah dimenangkan.
  56. Apalah arti pasangan yang populis, jika di tengah jalan saling mengiris.
  57. Sebab Indonesia dibangun tokoh-tokoh yang memandang jauh ke depan,
    bukan hanya sibuk sandang pangan apalagi perhiasan.
  58. Gaya komunikasi yang kerap tak berisi, membuat kita bertanya apakah para petinggi ini sesungguhnya mengerti
  59. Menghidupkan kembali kreatifitas, merayakan imajinasi yang tak berbatas.
  60. Tinggal tunggu waktu lahirnya generasi pencipta, mereka yang akan harumkan Indonesia dengan karya.
  61. Sesekali harus berani keluar dari rutinitas, menikmati hidup dengan penuh otentisitas.
  62. Tanpa perubahan cara berpikir, pindah ibu kota hanya pindah masalah.
  63. Indonesia menjadi mengerikan, saat kaum intoleran terus dibiarkan.
  64. Tanah air adalah sebuah buku yang terbuka, setiap generasi harus mengisinya dengan karya.
  65. Boleh-boleh saja berkompromi dengan situasi, pancangkan saja garis batas yang tak boleh dilewati.
  66. Bukan hanya teladan kesuksesan, tapi juga kegagalan dan pergerakan yang dicetuskan.
  67. Dahulu merdeka dari penjajah, kini dari kebiasaan buruk yang tak mau berubah.
  68. Harta, asmara dan ambisi berlebihan, menghalalkan kebiadaban menggerus perikemanusiaan.
  69. Ilmu jangan hanya obyek hafalan, ilmu untuk memahami dan menuntaskan persoalan.
  70. Pemuda tak sempat jadi anak manis melihat kepongahan terasa begitu sinis.
  71. Jika pengajaran adalah transfer pengetahuan, pendidikan harus menumbuhkan kesadaran.
  72. Kehidupan keras yang penuh persaingan bisa diatasi dengan kematangan dan pengalaman.
  73. Mengaktifkan pikiran secara merdeka, agar kreatifitas tumbuh dengan leluasa.
  74. Siswa niscaya akan haus pengetahuan, ijazah takkan mengakhiri proses pembelajaran.
  75. Inspirasi datang dari hidup yang tahan uji, pemimpin muncul dari tempaan yang tiada henti.

Nah itulah deretan kata-kata najwa shihab yang menginspirasi,semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua jangan lupa kunjungi terus spotku.com untuk mendapatkan informasi terbaru yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *